Makassar, 12 Februari 2025 – Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (FK UNHAS) menggelar Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) terkait implementasi Standar Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001:2015 dan Sistem Manajemen Terintegrasi (SMT) ISO 45001:2018. Acara ini berlangsung di Aula Prof. Solihin Wirasugena, Lantai 2 Gedung Kelas Internasional FK UNHAS, dan dihadiri oleh pimpinan fakultas, termasuk Dekan, Wakil Dekan, Ketua Program Pendidikan Dokter Spesialis, Ketua Departemen, serta unit terkait. Rapat diawali dengan laporan dari Ketua Gugus Penjaminan Mutu dan Peningkatan Reputasi (GPMPR) FK UNHAS, Dr. dr. Tenri Esa, M.Si., Sp.PK(K). Dalam laporannya, beliau menekankan bahwa RTM ini bertujuan untuk mengevaluasi hasil Audit Mutu Internal (AMI), penerapan standar ISO, serta efektivitas sistem manajemen terintegrasi guna meningkatkan mutu akademik dan administrasi fakultas.
Dekan FK UNHAS, Prof. Dr. dr. Haerani Rasyid, M.Kes., Sp.GK., Sp.PD-KGH, FINASIM, dalam sambutannya menekankan pentingnya evaluasi ini untuk memastikan seluruh proses akademik berjalan sesuai standar yang ditetapkan. “Rapat ini menjadi momen penting bagi kita untuk mengidentifikasi kekuatan yang perlu dipertahankan serta aspek yang harus diperbaiki. Kolaborasi dan keterbukaan dalam forum ini sangat diperlukan agar strategi pengembangan fakultas semakin efektif dan selaras dengan visi serta misi FK UNHAS,” ujarnya.
Dalam pembahasan hasil AMI tahun 2024, Dr. dr. Tenri Esa, M.Si., Sp.PK(K), menyampaikan bahwa audit terhadap dua standar ISO dilakukan oleh Prof. Asma dan Prof. Jeffrey dengan melibatkan empat bidang serta gugus penjaminan mutu. Untuk SMM ISO 9001:2015, fakultas tidak menemukan permasalahan signifikan dan hanya memperoleh satu catatan perbaikan ringan terkait dokumentasi dan pencatatan proses.
Sementara itu, dr. Nurul Qalby menyampaikan hasil audit implementasi SMT ISO 45001:2018 yang berfokus pada aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Audit menemukan enam poin non-conformity serta empat opportunity for improvement, yang mencakup evaluasi pelatihan, penanganan keselamatan kerja, dokumen kontraktor, pelatihan tanggap darurat, uji riksa sarana, dan manajemen review. Tim K3 telah melakukan koreksi serta menyusun rencana implementasi untuk tahun 2025, termasuk pengukuran lingkungan kerja, simulasi tanggap darurat, sosialisasi K3, serta inisiatif pencegahan kekerasan seksual sesuai standar WHO.
Rapat ditutup dengan arahan dari Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. dr. Agussalim Bukhari, MClin.Med., Sp.GK(K)., Ph.D, yang menekankan pentingnya pendekatan proaktif dan preventif dalam meningkatkan standar mutu serta dokumentasi setiap proses secara sistematis guna mendukung peningkatan kualitas di FK UNHAS.


Comments are closed